RIMAUNEWS.CO.ID, Muara Enim – Wakil Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tingkat Kecamatan Kabupaten Muara Enim Tahun 2026 di Kecamatan Rambang, Senin (26/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wabup menekankan pentingnya menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan 20 program unggulan Kabupaten Muara Enim yang tertuang dalam visi dan misi MEMBARA (Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera, Maju dan Berkelanjutan).
Program unggulan tersebut mencakup berbagai kebutuhan dasar masyarakat, antara lain sembako murah, layanan berobat dan BPJS gratis, seragam sekolah gratis, hingga penciptaan 10.000 lapangan kerja baru.
Menurut Wabup, seluruh perangkat daerah harus menjadikan program unggulan tersebut sebagai pedoman utama dalam menyusun rencana pembangunan, sekaligus memastikan setiap usulan masyarakat yang masuk memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan lokal dan arah pembangunan daerah.
“Sinkronisasi antara aspirasi masyarakat dan program prioritas daerah sangat penting agar pembangunan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Musrenbang ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, Ir. Yulius, M.Si., beserta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam arahannya, Wabup juga meminta para camat, kepala desa, dan perangkat desa agar memprioritaskan usulan yang paling mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Fokus utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan infrastruktur desa, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi lokal.
Melalui Musrenbang Kecamatan 2026 yang mengusung tema “Meningkatnya Kesejahteraan Masyarakat dan Memantapkan Kualitas Pelayanan Publik”, Wabup berharap forum perencanaan ini mampu menghasilkan keputusan yang tepat, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
Dengan demikian, program strategis yang telah ditetapkan tidak hanya berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi benar-benar dapat diwujudkan dalam pembangunan nyata di Kabupaten Muara Enim. (*)












