RIMAUNEWS.CO.ID, Muara Enim – Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., menekankan bahwa pemuda Karang Taruna harus menjadi motor penggerak ekonomi desa dengan berwirausaha sesuai potensi lokal. Penegasan tersebut disampaikan Wabup saat membuka Rapat Kerja Karang Taruna Kabupaten Muara Enim Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Selasa (10/2).
Wabup mencontohkan inovasi Karang Taruna Kecamatan Lawang Kidul yang mengolah limbah batu bara (FABA) menjadi paving blok dan pupuk, serta Karang Taruna di kecamatan lain yang mengembangkan usaha ternak ayam dan budidaya ikan. Langkah-langkah kreatif ini harus diikuti oleh seluruh Karang Taruna sehingga tidak hanya aktif secara sosial, tetapi juga produktif secara ekonomi.
Dihadapan Ketua Karang Taruna Kabupaten Muara Enim, Naufal Abdurrahman, S.H., M.Kn., dan pengurus Karang Taruna dari 256 desa di Kabupaten Muara Enim, Wabup juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pemuda untuk bekerja dan berusaha.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari pelatihan tenaga kerja oleh Dinas Ketenagakerjaan, peningkatan kapasitas SDM berwirausaha oleh Dinas Koperasi dan UMKM, hingga pengelolaan sampah menjadi bahan bakar minyak yang digagas Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Muara Enim.
Wabup menyebut bahwa dukungan pemerintah tidak hanya sebatas arahan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk program nyata lintas instansi dengan berbagai program pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi usaha agar pemuda bisa mandiri dan produktif.
Dirinya berharap FGD dan Rapat Kerja ini dapat menghasilkan gagasan serta rencana kerja yang konkret, sehingga Karang Taruna tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Dengan begitu, keberadaan Karang Taruna benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung visi Kabupaten Muara Enim sebagai daerah yang maju dan sejahtera. (*)










