Gubernur Herman Deru Siapkan Ekosistem Health Tourism Berkelanjutan Menuju Sumsel Berdaya Saing Global

RIMAUNEWS.CO.ID, Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Health Tourism sebagai langkah awal mewujudkan Sumsel menjadi destinasi unggulan wisata kesehatan. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Bina Praja, Palembang, Senin (19/1/2026) sore.

Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Dr. Drs.H. Edward Candra, menegaskan bahwa pengembangan health tourism merupakan bagian dari Program Strategis “Sumsel Wonderful 2030” yang diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah.

Health tourism, menurutnya, tidak hanya berbasis layanan medis, tetapi juga terintegrasi dengan sektor pariwisata, budaya, olahraga, dan wellness.

Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah faktor yang membuat masyarakat tertarik berobat ke luar negeri, diantaranya pelayanan yang memuaskan, fasilitas medis yang lengkap, kemudahan akses, ketersediaan pusat perbelanjaan, destinasi wisata pendukung, serta testimoni pengalaman positif pasien. Faktor-faktor tersebut menjadi tantangan yang harus dicermati dan dijawab oleh daerah.

Sekda Edward Candra menilai potensi industri wisata kesehatan di Sumatera Selatan sangat besar dan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, dituntut mampu memenangkan persaingan di tingkat domestik maupun global, setidaknya untuk menahan laju masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri.

“Pelayanan kesehatan harus bergeser dari sekadar provider based dan cost based menjadi value based, yakni pelayanan yang memberikan nilai tambah, rasa aman, kenyamanan, dan kepuasan bagi pasien,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Sumsel memiliki modal besar berupa potensi wisata yang beragam, rumah sakit dengan teknologi kesehatan yang terus berkembang, sumber daya manusia kesehatan yang kompeten, serta peralatan medis yang semakin canggih.

“Tinggal bagaimana kita meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mengangkat nilai lebih yang menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung dan percaya pada rumah sakit di Sumsel, serta memperbaiki ekosistem industri wisata medik dan medical wellness,” jelasnya.

Sekda juga menghimbau agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan bergerak dalam satu arah, satu visi, dan satu standar mutu pelayanan health tourism.

Dinas Kesehatan Provinsi serta kabupaten/kota diharapkan berperan sebagai penjamin mutu, keselamatan pasien, dan kepatuhan terhadap regulasi pelayanan health tourism.

Selain itu, mendorong rumah sakit memenuhi standar Permenkes Nomor 76 Tahun 2015 tentang Pelayanan Wisata Medis serta mengembangkan layanan unggulan sesuai kebutuhan masyarakat, seperti kardiovaskular, ortopedi, medical check-up (MCU), dan layanan wellness.

Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata diharapkan mampu mengintegrasikan paket wisata medis dengan destinasi unggulan Sumsel, mengangkat budaya lokal, kuliner, serta kearifan lokal sebagai nilai tambah health tourism.

Upaya ini juga perlu dibarengi dengan penguatan branding “Sumsel Health Tourism” di tingkat nasional maupun internasional. Untuk rumah sakit pemerintah dan swasta, Sekda meminta agar fokus pada pengembangan layanan unggulan yang kompetitif, aman, dan bermutu, menyiapkan SDM profesional yang berorientasi pada hospitality serta memiliki kemampuan berbahasa asing, dan mengembangkan sistem layanan terpadu mulai dari pra-layanan, pelayanan, hingga pasca-layanan.

Ia menargetkan pada tahun 2026 Sumatera Selatan siap menjadi destinasi health tourism tingkat nasional. Selanjutnya pada periode 2028–2030, Sumsel mulai menyasar wisatawan mancanegara dengan ekosistem health tourism yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berpihak pada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KK LP., Supsp.FOMC., AIFO, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel sebagaimana tertuang dalam RPJMD lima tahun ke depan.

Khususnya pada misi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat serta penguatan ekonomi daerah melalui optimalisasi potensi lokal dan pengembangan pariwisata unggulan.

Pengembangan health tourism dinilai strategis mengingat berdasarkan peta nasional, sebagian besar masyarakat Indonesia masih memilih berobat ke luar negeri.

Hal tersebut dipengaruhi oleh persepsi kelengkapan fasilitas, kemudahan layanan, dan tingkat kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan di negara tujuan.

Melalui konsep health tourism, Sumatera Selatan berupaya menghadirkan layanan medis berkualitas tinggi yang terintegrasi dengan pariwisata budaya, kuliner, olahraga, serta kesehatan tradisional berbasis kearifan lokal.

Sektor ini diharapkan mampu menjawab tantangan sekaligus peluang, dengan menjadikan Sumsel sebagai alternatif berobat dalam negeri yang lebih dekat dan terjangkau.

Berbagai potensi pendukung juga dimiliki Sumatera Selatan, mulai dari aksesibilitas melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II yang melayani penerbangan domestik dan internasional, kondisi daerah yang aman dan kondusif, hingga ketersediaan hotel, restoran, serta layanan publik berstandar baik.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun sinergi lintas sektor guna mempercepat terwujudnya Sumatera Selatan sebagai destinasi health tourism yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri kepala dinas kesehatan serta dinas kebudayaan dan pariwisata provinsi dan kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, para direktur rumah sakit di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, ketua asosiasi pariwisata, pemandu wisata, hingga para konten kreator. (*)