Hadiri RUPSLB PTBA, Bupati Edison Nilai Kebijakan Korporasi Berdampak Langsung pada Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Muara Enim

RIMAUNEWS.CO.ID, Jakarta – Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum., menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bukit Asam Tbk yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (16/12). Kehadiran Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam mendukung langkah strategis perusahaan energi nasional yang beroperasi di wilayahnya.

RUPSLB PT Bukit Asam membahas dua agenda utama, yakni persetujuan perubahan Anggaran Dasar Perseroan serta pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk memberikan persetujuan atas Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026.

Selain itu, rapat juga membahas Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) PT Bukit Asam periode 2026–2030, termasuk kemungkinan penyesuaian yang diperlukan seiring dinamika industri energi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Edison menegaskan bahwa Kabupaten Muara Enim sebagai wilayah operasional utama PT Bukit Asam memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan usaha perusahaan. Menurutnya, setiap kebijakan korporasi yang diambil akan berdampak langsung terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kinerja PT Bukit Asam sepanjang tahun 2025. Hingga 30 September 2025, PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun dan EBITDA sebesar Rp3,6 triliun dengan EBITDA margin 11 persen. Sementara itu, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp31,3 triliun, meningkat 2 persen secara tahunan (year on year).

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kinerja positif perusahaan dan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ke depan. Ia menilai perubahan Anggaran Dasar Perseroan merupakan langkah adaptif agar perusahaan tetap relevan terhadap perkembangan regulasi dan kebutuhan pasar.

Pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris, lanjut Bupati, juga merupakan upaya efisiensi dalam pengambilan keputusan strategis sehingga perusahaan dapat lebih cepat merespons dinamika industri energi. (*)