RIMAUNEWS.CO.ID, Palembang – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Andie Dinialdie, menyesalkan terjadinya bentrokan antara dua organisasi masyarakat (Ormas) yang terjadi di kota Palembang, dan mengakibatkan adanya korban luka-luka.
Menurutnya, peristiwa tersebut mencederai nilai-nilai kedamaian dan ketertiban, yang selama ini menjadi karakter masyarakat Palembang.
Politisi partai Golkar itu menegaskan, bahwa masyarakat Palembang dikenal sebagai masyarakat yang damai, guyub, dan tertib, sehingga konflik horizontal yang melibatkan organisasi kemasyarakatan seharusnya tidak terjadi. Ia menilai, bentrokan tersebut menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk kembali menjaga situasi keamanan dan ketenteraman masyarakat.
“Saya sangat menyesalkan kejadian ini, apalagi sampai menimbulkan korban luka-luka. Palembang adalah kota yang damai, masyarakatnya menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan ketertiban. Oleh karena itu, semua pihak harus menahan diri dan bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” kata Andie, Rabu (8/1/2026).
Diterangkan alumni kampus Muhamadiyah Palembang ini, sebagai ketua DPRD sekaligus pimpinan Partai Golkar Sumsel, Andie juga meminta Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang, untuk segera mengambil langkah konkret melalui Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan masyarakat (Kesbangpol Linmas) dalam melakukan pembinaan, penataan, dan evaluasi terhadap organisasi kemasyarakatan yang ada.
Menurutnya, ormas harus dikembalikan pada fungsi dan peran strategisnya, yakni sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat kohesi sosial, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah, bukan sebaliknya menjadi sumber konflik di tengah masyarakat.
“Pembinaan dan penataan ormas sangat penting agar mereka kembali pada khitahnya, mengamalkan ideologi Pancasila, terutama nilai persatuan dan kesatuan. Ormas tidak boleh keluar dari koridor hukum dan norma sosial,” ujarnya.
Selain itu, Andie Dinialdie juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, profesional, dan objektif dalam menangani kasus bentrokan tersebut. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil tanpa pandang bulu guna memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
“Aparat penegak hukum harus menangani persoalan ini dengan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Penegakan hukum yang konsisten sangat penting demi menjaga wibawa hukum dan rasa keadilan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Andie berharap, peristiwa ini dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan, untuk melakukan introspeksi dan memperkuat komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan, persatuan, serta keharmonisan sosial di Sumatera Selatan, khususnya di Kota Palembang. (*)











