RIMAUNEWS.CO.ID, Palembang – Kota Palembang menjadi pusat perhatian para ulama, tokoh agama, dan cendekiawan muslim dari berbagai daerah. Pada Sabtu (24/1/2026), Palembang menjadi tuan rumah Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat (MUTU) yang dihadiri perwakilan dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera, DKI Jakarta, hingga Banten.
Kegiatan yang digelar di Asrama Haji Palembang tersebut bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan forum strategis untuk mengonsolidasikan pemikiran dan memperkuat peran ulama dalam menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara.
Dalam sambutannya, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa menegaskan bahwa kemajuan sebuah kota tidak boleh hanya diukur dari pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi semata.
“Sinergi antara pemerintah dan ulama adalah kunci. Pembangunan yang sejati harus berlandaskan kekuatan nilai keimanan, akhlak, dan persatuan umat,” ujar Ratu Dewa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Majelis Persatuan Umat Islam Indonesia (MPUII) yang dinilai telah menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Palembang dalam menyebarkan dakwah yang moderat dan berakhlak.
“MPUII berperan menjaga stabilitas sosial, memperkuat toleransi antarwarga, serta menanamkan nilai kebangsaan yang selaras dengan ajaran Islam,” katanya.
Melalui forum MUTU ini, Ratu Dewa berharap lahir gagasan-gagasan konstruktif dan rekomendasi strategis yang mampu menjawab tantangan zaman serta membawa maslahat bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Sumatera.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPUII, Prof. Daniel M. Rasyid, menekankan pentingnya transformasi gerakan Islam yang lebih inklusif dan berorientasi pada persatuan umat.
Menurutnya, sudah saatnya umat Islam mengedepankan silaturahmi lintas organisasi dan mazhab, sekaligus memperkuat persatuan sebagai fondasi utama.
“Umat Islam harus mampu memberikan kontribusi politik yang nyata, cerdas, dan berbasis pada kemaslahatan publik, tanpa terjebak pada kegaduhan yang kontraproduktif,” tegas Prof. Daniel.
Ia juga mendorong agar umat Islam tampil sebagai perekat nasional, bukan justru menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.
“Saya berharap forum MUTU se-Sumatera ini menjadi momentum awal bagi umat untuk bersikap lebih dewasa, strategis, dan inklusif dalam mengawal masa depan bangsa,” ujarnya. (*)











