Patroli Darat hingga Water Bombing Diperkuat, Lima Kabupaten Zona Merah Karhutla Jadi Fokus Penanganan

RIMAUNEWS.CO.ID, Palembang – Hingga Selasa (26/8/2025), tercatat 292 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Lima kabupaten kini sudah masuk zona merah rawan karhutla.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menegaskan perlunya langkah penanganan serius agar kebakaran tidak semakin meluas.

Kepala Bidang Pelaksana BPBD Sumsel, Sudirman, menyebutkan karhutla terbanyak terjadi di Ogan Ilir dengan 97 kejadian, disusul Musi Banyuasin (51), Ogan Komering Ilir (36), Muara Enim (34), dan Banyuasin (32). Seluruh titik kebakaran tersebut tersebar di 45 kecamatan yang kini berstatus rawan tinggi.

“Jumlah kejadian di lima daerah zona merah terus meningkat pada musim kemarau ini. Jika tidak segera dikendalikan, potensi kerugian lingkungan dan ekonomi akan semakin besar,” kata Sudirman, Rabu (27/8/2025).

Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPBD Sumsel mendorong aksi cepat, mulai dari water bombing, penegakan hukum terhadap pembakar lahan, hingga patroli darat terpadu. Pemerintah daerah di zona rawan juga diminta memperkuat koordinasi agar kebakaran tidak meluas.

Selain lima kabupaten di zona merah, wilayah zona oranye hanya tercatat di PALI dengan 19 kejadian. Adapun zona kuning (1–15 kejadian) meliputi Musi Rawas, Empat Lawang, Lahat, OKU, OKU Selatan, Prabumulih, Palembang, OKU Timur, dan Lubuklinggau. Sementara Muratara dan Pagar Alam masih berstatus zona hijau tanpa laporan karhutla.

“Semua pihak harus siaga. Jika hanya mengandalkan pemadaman darat tanpa pencegahan, situasi bisa semakin memburuk,” tutup Sudirman. (*)