RIMAUNEWS.CO.ID, Palembang – Laga penuh gengsi dan tensi tinggi bakal tersaji di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (17/1/2026) pukul 15.30 WIB. Saat Sumsel United menghadapi tuan rumah Adhyaksa FC Banten, dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 pekan ke-16.
Kedua tim dipastikan tampil all out, demi mengamankan posisi kedua klasemen sementara Grup 1 Wilayah Barat dan menempel ketat Garudayaksa FC di puncak klasemen, serta menjaga peluang lolos ke Super League musim depan.
Saat ini Sumsel United berada diurutan dua klasemen sementara dengan raihan 27 poin. Terpaut dua poin dari Garudayaksa FC dipuncak klasemen dengan koleksi 29 poin dan selisih satu angka dengan Adhyaksa FC Banten diposisi ketiga.
“Alhamdulillah, pagi hari ini kita sudah melakukan official training. Semua pemain dalam kondisi sehat wal afiat. Ada beberapa pemain yang tidak bisa datang karena akumulasi kartu kuning. Tapi secara umum kita siap menghadapi Adhyaksa FC Banten,” ungkap Pelatih Kepala Sumsel United, Nilmaizar pada sesi pre match press conference, Jum’at (16/1/2026) pagi.
Arsitek asal Payakumbuh, Sumatera Barat ini menjelaskan, menghadapi Adhyaksa FC Banten tim asuhannya telah menyiapkan diri secara fisik, taktik dan mental. Apalagi pertandingan ini sangat menentukan bagi kedua tim. Karena saling kejar mengejar dan jarak poinnya juga cuma satu.
“Kita sudah menyiapkan taktik dan strategi menghadapi Adhyaksa FC Banten besok. Itu sudah ada dalam konsep kita. Tapi tidak perlu kita diskusikan disini. Mudah-mudahan target kita untuk memenangkan pertandingan dikandang Adhyaksa FC Banten, akan menjadi kenyataan dan kita tetap menjaga jarak dengan mereka,” harapnya.
Namun bukan perkara mudah mendapatkan poin dari Banten International Stadium. Dari tujuh laga home yang mereka mainkan, Adhyaksa FC Banten baru satu kali menelan kekalahan. Saat ditaklukkan Persekat Tegal (0-1) dilaga pekan ke-13 melalui gol di masa injury time babak kedua. Selebihnya, tim asuhan Pelatih Ade Suhendra itu meraih tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.
Apalagi dilaga kali ini Sumsel United tidak bisa menampilkan kekuatan terbaiknya, lantaran ada beberapa pemain yang mengalami cedera dan terkena akumulasi kartu kuning. Namun Nilmaizar tetap yakin dan optimis, siapapun pemain yang diturunkan memiliki kualitas terbaik dan mental yang kuat menghadapi laga penting ini.
“Mengenai mental pemain saya rasa itu yang sangat luar biasa dari Sumsel United. Kita tiga pertandingan bermain dengan 10 pemain masih bisa memenangkan pertandingan. Jadi ada tidaknya pemain tertentu dalam sebuah pertandingan, bagai saya tidak masalah. Kita tetap ada opsi-opsi lain. Jadi tetap kita bertekad dalam permainan. Karena secara taktikal, strategi dan transisi seluruh pemain sudah tahu. Kita yakin, bagaimana besok kita bisa menampilkan permainan terbaik menghadapi Adhyaksa FC Banten,” tegasnya.
Pemain Bertahan Sumsel United, Didik Wahyu mengungkapkan, semua pemain dalam kondisi siap dan memiliki tekad yang sama. Ingin menjaga tren positif dan meraih kemenangan demi mempertahankan posisi dipuncak klasemen sementara.
“Untuk saya pribadi, pertandingan ini sangat penting. Itu tekad dari kita semua, baik itu dari kita pemain, jajaran pelatih hingga managemen klub. Kita menginginkan di puncak klasemen. Jadi kita harus fight dan memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan tren positif Sumsel United tetap terjaga hingga besok,” tutupnya. (*)












