Yansuri: Hasil Reses Akan Kita Sampaikan Ke Walikota Palembang

RIMAUNEWS, PALEMBANG. Reses Tahap III Anggota DPRD Provinsi Sumsel Dapil Sumsel II (Ilir Timur I, Ilir Timur II, Ilir Timur III, Alang Alang Lebar, Sukarame, Kemuning, Sako, Kalidoni, Sematang Borang) pada 8 Desember 2021 dilaksanakan dilingkungan masyarakat 5 Ilir.

Reses dihadiri Muhammad Yansuri SIp (Partai Golkar), Ir H Zulfikri Kadir (PDI Perjuangan), Antoni Yuzar SH MH (PKB), HM Anwar Al Syadat SSi MSi (PKS), Dr H Budiarto Marsul (Partai Gerindra), Tamtama Tanjung (Partai Demokrat), H Nopianto (Partai Nasdem).

Anggota DPRD Provinsi Sumsel dari Partai Golkar Muhammad Yansuri SIp mengatakan, untuk reses di Kelurahan 5 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT II) banyak masyarakat mengeluhkan tempat sampah di Jalan Sultan Syahril, banjir dan saluran yang mampet.

“Terkait tempat sampah, kita ingin tau dimana lokasinya. Kalau mau dibangun tempat sampah dibangunkan ditanah siapa. Karena untuk tempat sampah, itu tidak semua orang mau didekat rumahnya dibangun tempat sampah. Itu yang menjadi beban, untuk teknisnya kita minta alamatnya dan buatlah proposalnya,” ujarnya.

“Kalau hanya lisan, bagaimana kita menyampaikan ke Bapak Walikota dan OPD terkait. Jadi lebih baik buatlah proposalnya,” bebernya.

Harapan kita aspirasi masyarakat ini dapat secepatnya direalisasikan oleh Pemkot Palembang. Karena Jumat tanggal 10 Desember ini semua aspirasi masyarakat dalam reses kami sampaikan kepada Bapak Walikota,” katanya.

Sebelumnya, saat menyerap aspirasi masyarakat disekitar kolam retensi IBA, Muhammad Yansuri SIp mengatakan, dari aspirasi masyarakat di sekitar kolam retensi IBA ini adalah ada beberapa saluran air yang mampet. Artinya ini perlu perawatan.

“Selain itu, masyarakat menginginkan agar tanaman liar disini dibersihkan, agar terlihat rapi,” paparnya.

Yansuri menuturkan, untuk saluran air atau siring yang mampet itu diminta lokasi dan fotonya. “Agar lebih jelas kondisi saluran airnya kami minta agar difoto. Karena ada anggaran perawatan di PUPR, itu bisa kita dorong,” katanya.

“Kalau untuk pembangunan saluran air, itu kalau di PUPR Palembang tidak ada anggarannya bisa dibantu Pemprov. Tapi kalau hanya untuk perawatan, itu ada anggarannya di PUPR. Karena di PUPR ada petugasnya,” bebernya.

Untuk penerangan lampu jalan, lebih lanjut Yansuri menuturkan itu bisa segera diganti. “Untuk bola lampu jalan yang sudah rusak itu bisa cepat diganti. Lain lagi kalau tiangnya yang rusak itu butuh anggaran khusus,” tandasnya. (Don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar