IPNU Ingin Pelajar di Sumsel Tak Terpapar Radikalisme

 

RIMAUNEWS, Palembang – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menginginkan para pelajar di Indonesia, khususnya di Bumi Sriwijaya tidak terpapar paham radikalisme.

Karena itu, Pimpinan Wilayah (PW) IPNU yang dipimpin oleh Arip Farawita, S.Psi selaku ketua beserta para pengurus melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor DPRD Provinsi Sumsel, Senin (15/03/2021).

Dalam kunjungannya itu, mereka disambut oleh Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Hj. RA. Anita Noeringhati, SH, MH. Hadir juga mendampingi TA Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Abdul Malik Syafei, SH.I, MH.

Dalam kunjungannya, Arip menyampaikan terkait buku yang berjudul “Konsep Deradikalisasi Paham Keagamaan Perfektif IPNU Sumsel” sangat bagus untuk membangun pemikiran para pelajar di Sumsel dalam mengembangkan nilai-nilai wawasan kebangsaan.

“Tujuannya, untuk mencegah timbulnya paham-paham radikal yang sedang marak di kalangan pemuda dan pelajar,” ujar Arip.

Menurur Arip, pelajar adalah ujung tobak regenerasi bangsa Indonesia ke depan. “Oleh karena itu, jangan sampai rekan-rekan kita pelajar SMA, SMK maupun MA pikirannya dibumbui oleh paham-paham radikal,” kata dia.

Dikatakannya, makanya saat ini harus memulainya dari pembinaan ekstrakurikuler khususnya Rohis. Apalagi, itu sudah diteliti terdapat banyak bibit-bibit paham radikal.

“Kita harus membuat kurikulum Ekskul yang sesuai agar pelajar kita di Sumsel tidak ikut terpapar,” tegas Arip.

Menangapi hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Anita sangat mengapresiasi dan menyambut baik hal tersebut. “Saya akan memanggil Komisi V untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil Kemenag Sumsel untuk membahas hal tersebut,” ucap dia.

Apalagi, kata Anita, diketahui bahwa Provinsi Sumael adalah provinsi zero konflik. Makanya pihaknya akan mempertahankan hal tersebut.

“Kita pastinya support dan bila perlu kita adakan bedah buku terkait hasil penelitian tersebut,” pungkas dia.